Mengapa Manusia Bisa Menjadi Jijik Atau Merasa? Ini Faktanya !
Salah satu mahluk yang paling kompleks, manusia memiliki rentang perasaan yang luas. salah satunya adalah merasakan jijik. Perlu diketahui, bukan hanya manusia yang memiliki rasa jijik. Hewan juga punya.Agen BandarQQ
Contohnya, ketika kamu melihat serangga, kebanyakan akan menjauh saya berkata, Iss
Hewan pun juga sama. berikan durian pada seekor kucing, maka itu akan membuat ekspresi seperti muntah.
Tetapi, kenapa manusia bisa merasakan jijik? Mari kita lihat perasaan yang tidak mengenakkan itu apa saja !
1. Apa itu rasa jijik?
Dalam bukunya yang berjudul "Yuck" the nature anda moral significance of disgust" asisten profesor jurusan filosofi di purdue university, daniel kelly, memaparkan bahwa perasaan jijik lebih dari sekadar perasaan fisik , melainkan tanda peringatan emosi.
Bau yang menyengat seperti sampah atau makanan busuk atau pemandangan yang tidak mengenakkan mata akan langsung membuat perutmu bergejolak seperti angin keluar.
2. Rasa yang melindungi

"Jika rasa jijik membuat kita waspada akan hal yang membuat kita sakit, mengapa kita tidak serta-merta jijik terhadap makanan cepat saji? Kan tidak sehat?"
Maka dari itu rasa jijik berlaku pada sesuatu yang bahayanya dapat kita rasakan dalam waktu yang singkat
Contohnya, ketika kita mencium bau susu basi atau telur busuk, kita langsung membuangnya kan? tidak ada yang ingin memakannya. kenapa? karena kita tahu. ketika memakannya. kita akan berakhir di ruang UGD.
Tetapi, hal itu tidak membatalkan pertanyaan tadi. Saat kamu keracunan makanan yang kebetulan dari restoran cepat saji, kamu tidak akan mau meamakannya lagi kan? hal itulah yang dilakukan oleh rasa jijik.
Perasaan jijik itu akan berevolusi untuk terus melindungi kamu.
3. Konsep jijik yang universal


Ternyata, tak peduli ras, suku, agama, atau warna kulit, manusia memiliki ekspresi yang sama kalau jijik.
Ekspresi jijik sudah diteliti oleh penganggas teori evolusi, Charles Darwin, dalam karyanya " The Expression of Emotions in Man and Animals". Darwin kemudian menemukan tiga hal pertama, rasa jijik dapat dipicu oleh banyak hal, kedua, rasa jijik dialami oleh semua orang, dan ketiga, kebudayaan sesorang memengaruhi rasa jijik
Betul saja, memang kebudayaan seseorang memengaruhi konsep kejijikannya. Sebagai contoh, Orang belanda jijik pada orang gendut dan orang india jijik pada makanan yang disajikan oleh wanita yang sedang menstruasi
Mengenal ekspresi, kelihatannya dunia berbagi ekspresi yang sama. Dahi yang mengernyit, Mulut yang seperti ingin muntah, dan terkadang lidah yang terjulur keluar adalah ekspresi universal yang ditunjukkan orang-orang dari belahan dunia manapun saat melihat sesuatu yang menjijikan
Profesor Paul Elkman dari University of california, Menyatakan kalau tak perduli bahasa ibu seseorang, kata"yuck" atau "Ewh" adalah ungkapan universal di seluruh dunia untuk menyatakan rasa jijik.
4. Mekanisme rasa jijik


Saat kamu merasa jijik, kamu merasakan sekilas rasa pusing dan mual, kan? Seperti ada sesuatu yang salah di perutmu? Hal itu normal. Secara ilmiah, hal itu dikarenakan elemen psikologis pada rasa jijik sama seperti rasa marah yang menggejolakkan sistem pencernaanmu.
Melalui pencitraan MRI, saat manusia merasa jijik, ada satu bagian pada otak yang memainkan perannya: anterior insular cortex. Bagian otak ini mengatur perasaan manusia termasuk perasaan jijik. Oleh karena itu, jika bagian ini rusak, manusia hanya bisa merasa apatis dan tidak dapat membedakan mana makanan yang layak dimakan atau sudah busuk.
5. Apakah rasa jijik dapat diobati?

"Apa rasa takut itu bisa diobati?"
Tentu saja bisa. Namun pertanyaan sebenarnya adalah:
"Apakah rasa jijik itu perlu diobati?"
Seperti yang dikatakan pada poin sebelumnya, rasa jijik adalah benteng pertahanan terdepan tubuhmu saat menghadapi hal-hal yang bisa membawa penyakit seperti bangkai, mayat, atau dahak atau ingus flu. Itu sangat normal dan malah dibutuhkan.
Namun, jika kamu bersikukuh menanyakannya, ya, jawabannya adalah "Bisa". Sebagai contoh, jika kamu adalah seseorang yang takut pada mayat awalnya, lalu kamu mendaftar ke sekolah kedokteran, kamu sudah pasti harus menghadapi mayat hari ganti hari. Jika kamu sudah terbiasa bekerja dengan mayat, rasa jijik itu lama kelamaan pudar.
Contoh lain adalah seorang ibu yang baru memiliki momongan. Pada saat pertama, ia akan merasa jijik dengan popok yang ternoda oleh tinja sang bayi. Itu bulan pertama. Jika sudah 12 bulan? 14 bulan? Sang ibu sudah merasa terbiasa.
Namun, apakah hal itu akan membuat sang ibu tidak merasa jijik pada tinja anak lain? Tentu saja, tetap merasa jijik.
Nah, itulah serba-serbi perasaan jijik pada manusia. Jika kamu tidak ingin merasa jijik, bercerminlah pada penderita penyakit Huntington. Bukan hanya jijik, perasaan mereka yang lain juga dirampas. Dengan kata lain, berterimakasihlah pada rasa jijik, karena selama ini, dialah malaikat pelindungmu yang tak bersayap dan berupa.
|| Poker99 || DominoQQ || BandarQ Online || PokerQQ || Agen BandarQ ||
Comments
Post a Comment